Digitalmadrasah. Contoh Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka di panduan ini merupakan inspirasi bagi satuan pendidikan dalam merancang pembelajaran. Inspirasi bagi pengelola jenjang pendidikan khusus seperti PAUD, SMK, dan pendidikan kesetaraan.
Baca juga: 3.1. Pengertian Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Pengorganisasian Pembelajaran untuk PAUD
Contoh pengorganisasian pembelajaran pada PAUD sebagai berikut:
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Struktur Kurikulum | Berdasarkan regulasi yang mengatur struktur Kurikulum Merdeka, kegiatan pembelajaran intrakurikuler dengan rancangan agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah bermain, yang bermakna sebagai perwujudan ‘Merdeka Belajar, Merdeka Bermain’. Kegiatan intrakurikuler harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Alokasi waktu pembelajaran di PAUD usia 4-6 tahun minimal 900 (sembilan ratus) menit per minggu. Alokasi waktu di PAUD usia 3-4 tahun minimal 360 (tiga ratus enam puluh) menit per minggu. |
| Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Pelaksanaannya menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD dengan ketentuan 1 s.d. 2 projek profil dengan tema berbeda. Kegiatan ini maksudnya untuk menguatkan perwujudan enam karakter profil pelajar Pancasila pada fase fondasi. 4 tema di PAUD tersusun berdasarkan prioritas nasional yang juga menjadi tema di Pendidikan Dasar dan Menengah, namun sesuai dengan konteks PAUD. Tema-tema utama yang dapat terpilih adalah Aku Sayang Bumi “Gaya Hidup Berkelanjutan” , Aku Cinta Indonesia “Kearifan Lokal”, Kita Semua Bersaudara “Bhinneka Tunggal Ika”, Imajinasi dan Kreativitasku “Rekayasa dan Teknologi”. |
| Pendekatan Pembelajaran | Dalam konteks PAUD, pengorganisasian pembelajaran dengan saran menggunakan pendekatan tematik terintegrasi atau pendekatan secara integrasi, dan sesuai dengan pilihan anak sesuai situasi dan kebutuhan. |
Pengorganisasian Pembelajaran untuk SMK
Berdasarkan regulasi yang mengatur struktur Kurikulum Merdeka, struktur kurikulum SMK/ MAK berawal dengan penataan ulang Spektrum Keahlian SMK/MAK.
Spektrum Keahlian adalah daftar bidang dan program keahlian SMK yang tersusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja yang meliputi: dunia usaha, dunia industri, badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, instansi pemerintah atau lembaga lainnya, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
Spektrum Keahlian SMK/MAK merupakan acuan penyusunan struktur kurikulum, serta pembukaan dan penyelenggaraan bidang dan program keahlian pada SMK.
pengorganisasian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka jenjang SMK dapat melihat contoh berikut:
| Komponen | UraIAN |
|---|---|
| Penetapan Konsentrasi | Satuan pendidikan memilih konsentrasi keahlian dari Spektrum Konsentrasi Keahlian yang sesuai ketetapan dari Kepala BSKAP, Kemendikbudristek. Satuan pendidikan mendapatkan peluang untuk mengajukan usulan konsentrasi keahlian baru jika belum tercantum dalam spektrum tersebut. Usulan konsentrasi keahlian baru ini tersusun bersama dengan industri dan di ajukan ke BSKAP untuk dilakukan penelaahan. Penetapan konsentrasi keahlian di lakukan di kelas XI. |
| Program Keahlian yang Dikonsentrasikan | Struktur kurikulum mengacu kepada Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran. Setiap program keahlian terdiri atas minimum 1 (satu) konsentrasi keahlian. Pendekatan program keahlian dilakukan di kelas X. |
| Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | Dalam 1 (satu) tahun ajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila pelaksanaannya sekurang-kurangnya 3 (tiga) projek dengan 2 (dua) tema pilihan dan 1 (satu) tema Kebekerjaan di kelas X, 2 (dua) projek dengan 1 (satu) tema pilihan dan 1 (satu) tema Kebekerjaan di kelas XI, dan 1 (satu) projek dengan tema Kebekerjaan di kelas XII SMK/MAK. Kelas XIII pada SMK program 4 (empat) tahun tidak mengambil projek penguatan profil pelajar Pancasila. Untuk SMK/ MAK, projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat terlaksana secara terpadu berkolaborasi dengan mitra dunia kerja, atau dengan komunitas/organisasi serta masyarakat. |
Pendidikan Khusus
Berikut ini contoh pengorganisasian pembelajaran kurikulum merdeka pada pendidikan khusus
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Struktur Kurikulum | Struktur kurikulum SLB mengacu kepada struktur kurikulum SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA yang sesuai untuk peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual (Tunanetra disertai hambatan intelektual, Tunarungu disertai hambatan intelektual, Tunagrahita, Tunadaksa disertai hambatan Intelektual dan Autis). Untuk peserta didik yang tidak mengalami hambatan intelektual dapat menggunakan kurikulum pendidikan reguler yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penyesuaian struktur kurikulum di lakukan terhadap keterampilan fungsional dan mata pelajaran yang menunjang kebutuhan tersebut. Magang untuk SMALB mempertimbangkan fleksibilitas, keragaman peserta didiknya, dan lokasi. |
| Program Pembelajaran Individual | Satuan pendidikan dapat menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) dengan melibatkan kepala satuan pendidikan, pendidik, peserta didik, tenaga ahli, dan orang tua. Asesmen diagnostik pelaksanaannya sebelum perencanaan pembelajaran sebagai rujukan untuk menyusun program pembelajaran individual (PPI). |
| Program Kebutuhan Khusus | Program kebutuhan khusus bertujuan untuk membantu peserta didik memaksimalkan indera yang di milikinya dan mengatasi keterbatasannya. Program kebutuhan khusus bagi peserta didik: Tunanetra: Pengembangan Orientasi, Mobilitas, Sosial, dan Komunikasi (OMSK), Tunarungu: Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI), Tunagrahita: Pengembangan Diri, Tunadaksa: Pengembangan diri dan gerak, Autis: Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku. Program Kebutuhan Khusus di SMALB menjadi mata pelajaran wajib, seperti di SDLB dan SMPLB |
| Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan ko-kurikuler yang memiliki alokasi 20-25% dari total kegiatan reguler/intrakurikuler per tahun. |
Pertanyaan pemantik dalam mengorganisasikan pembelajaran:
- • Apakah seluruh peserta didik yang ada pada satuan pendidikan memiliki hambatan intelektual?
- • Apakah satuan pendidikan telah melakukan asesmen diagnostik pada peserta didik untuk menentukan program pembelajaran?
- • Apakah satuan pendidikan menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam menyusun Program Pembelajaran Individual?
- • Apakah satuan pendidikan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan bimbingan konseling?
- • Apakah satuan pendidikan memiliki tenaga ahli?
Satuan Pendidikan Nonformal Program Pendidikan Kesetaraan
Pada satuan pendidikan nonformal Program Pendidikan Kesetaraan, pengorganisasian pembelajaran bersifat fleksibel dengan memperhatikan
- karakteristik peserta didik,
- lingkungan belajar, dan
- satuan pendidikan.
Pengorganisasian pembelajaran memperhatikan pemetaan SKK yang satuan pendidikan lakukan.
Adapun contoh pengorganisasian pembelajaran kurikulum merdeka pada suatu pendidikan non formal sebagai berikut:
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Struktur Kurikulum | Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan terdiri atas mata pelajaran kelompok umum dan pemberdayaan, serta keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila. Kelompok umum memuat mata pelajaran yang tersusun dengan mengacu pada standar nasional pendidikan sesuai jenjang pendidikan formal dan merupakan mata pelajaran yang wajib untuk semua peserta didik. Pemberdayaan memuat kompetensi untuk menumbuhkan keberdayaan, harga diri, percaya diri sehingga peserta didik mampu mandiri dan berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pemberian mata pelajaran Keterampilan dengan memperhatikan variasi potensi sumber daya daerah yang ada, kebutuhan peserta didik dan peluang kesempatan kerja yang tersedia sehingga peserta didik mampu melakukan aktualisasi kemandirian, otonomi, kebebasan, dan kreativitas dalam berkarya untuk mengisi ruang publik secara produktif. |
| Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila | Penguatan profil pelajar Pancasila dalam pendidikan kesetaraan di lakukan pada program pemberdayaan dan keterampilan, yang mencakup keterampilan okupasional, fungsional, vokasional, sikap dan kepribadian profesional, dan jiwa wirausaha mandiri yang di kembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pendidikan kesetaraan. Projek di lakukan dengan beban belajar sesuai SKK pada tiap program (Paket A, Paket B, dan Paket C). |
| Muatan Belajar | Muatan belajar program pendidikan kesetaraan dinyatakan dalam Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang di lakukan satuan pendidikan, di mana satu SKK dapat di capai melalui pembelajaran 1 (satu) jam tatap muka atau 2 (dua) jam tutorial atau 3 (tiga) jam mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. |
Sumber: Panduan Pengembangan KOSP Kurikulum Merdeka, 2022
Pengembangan KOSP 2022
- D. Komponen Kurikulum Operasional Kurikulum Merdeka
- C. Penyusunan Kurikulum Operasional Kurikulum Merdeka
- B. Acuan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
- A. Panduan Pengembangan KOSP
- L.1. Cara Menerapkan Teori DACUM pada Kurikulum Merdeka
- 5.1. Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan KOSP Kurikulum Merdeka