{"id":12212,"date":"2025-08-16T11:57:38","date_gmt":"2025-08-16T04:57:38","guid":{"rendered":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/?p=12212"},"modified":"2025-09-09T19:09:05","modified_gmt":"2025-09-09T12:09:05","slug":"landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/","title":{"rendered":"Landasan KBC 2025: Filosofis, Sosiologis dan Psikopedagogis"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/panduan-pengembangan-ksp-kurikulum-satuan-pendidikan-2025\/\">MyDigital<\/a>. tema ketiga di Design KBC 2025 tentang landasan pengembangan kurikulum berbasis cinta yaitu filosofis, sosiologis, dan psikopedagogis.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\" style=\"font-size:28px\">Landasan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta<\/h1>\n\n\n\n<p>Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta secara nasional mencakup semua satuan pendidikan yaitu RA, MI, MTs, MA, dan MAK, berdasarkan pada landasan pengembangan kurikulum, yaitu landasan filosofis, sosiologis, dan psikopedagogis. <\/p>\n\n\n\n<p>Landasan pengembangan kurikulum tersebut merupakan hal yang sangat penting dan merupakan landasan yang kuat berdasarkan hasil pemikiran dan penelitian-penelitian yang mendalam untuk dijadikan pijakan atau landasan dalam mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta.<\/p>\n\n\n\n<p>Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan mengacu pada beberapa landasan atau dasar pengembangan kurikulum. Landasan pengembangan kurikulum tersebut sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:26px\">1. Landasan Filosofis<\/h2>\n\n\n\n<p>Penyusunan kurikulum sangat bergantung pada filosofi pendidikan yang dianut, sebab ia membentuk visi masyarakat ideal dan manusia yang ingin dicetak (Ornstein &amp; Hunkins, 2018). Untuk Kurikulum Berbasis Cinta, landasan filosofisnya adalah Pancasila, yang bertujuan mencerdaskan bangsa serta mewujudkan masyarakat Indonesia berlandaskan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara lebih operasional, kurikulum ini juga berakar pada pemikiran Ki Hajar Dewantara (1928), yang memandang pendidikan sebagai upaya membentuk manusia merdeka. Manusia merdeka adalah pribadi yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain, namun tetap menghargai otoritas guru. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pembelajaran menjadi arah memerdekakan, membangun kemandirian, dan kedaulatan murid.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pertimbangan di atas, berikut poin landasan filosofis pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>a. Pendidikan di madrasah mendorong tercapainya kemajuan dengan berpegang dan mempertimbangkan konteks Indonesia, terutama akar budaya Indonesia.<br><\/li>\n\n\n\n<li>b. Pendidikan di madrasah diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia yang humanis, yang dapat mengoptimalkan potensi diri dengan baik untuk tujuan yang lebih luas dan besar.<br><\/li>\n\n\n\n<li>c. Pendidikan di madrasah responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.<br><\/li>\n\n\n\n<li>d. Keseimbangan antara penguasaan kompetensi dan karakter murid.<br><\/li>\n\n\n\n<li>e. Keleluasaan madrasah mengimplementasikannya.<br><\/li>\n\n\n\n<li>f. dalam menyusun kurikulum dan Pembelajaran perlu melayani keberagaman dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan murid.<br><\/li>\n\n\n\n<li>g. Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi murid untuk berpartisipasi aktif dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis murid.<br><\/li>\n\n\n\n<li>h. Guru memiliki otoritas dalam mendidik murid dan mengimplementasikan kurikulum dalam pembelajaran. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:26px\">2. Landasan Sosiologis<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat tiga pertimbangan sosiologis utama yang membentuk pendidikan adalah revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, dinamika global, serta keragaman sosial Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">Tiga Pertimbangan Sosiologis<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>a. Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Era digital ini, didorong oleh Revolusi Industri 4.0, menyebabkan disrupsi besar di berbagai lini kehidupan (Lim, 2019). Hal ini melahirkan gagasan Masyarakat 5.0, sebuah masyarakat kreatif yang memanfaatkan teknologi dan data digital untuk mendorong imajinasi dan inovasi. Masyarakat 5.0 mengintegrasikan teknologi dan manusia secara harmonis, menciptakan dampak positif (Deguchi, dkk., 2020; Yarash dan Ozturk, 2022).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>b. Dinamika Global<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pengembangan kurikulum tak bisa lepas dari pengaruh global (Priestley et al., 2021). Perspektif kosmopolitanisme perlu dipegang, mendorong murid untuk menjadi warga dunia yang peka terhadap masalah global, menghargai keberagaman budaya, dan termotivasi berkontribusi untuk kebaikan bersama (Gunesch, 2004; Hansen, 2008, 2010).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>c. Keragaman Sosial Masyarakat Indonesia<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Indonesia kaya akan keragaman sosial, budaya, agama, dan etnis, yang merupakan potensi besar untuk kemajuan dan harmoni. Namun, keragaman ini juga rentan memicu konflik sosial, agama, politik, hingga kesenjangan ekonomi (Jones, 2017; Latif, 2011). Selain itu, masalah seperti korupsi, degradasi lingkungan, dan mentalitas kurang mendukung kemajuan masih menjadi tantangan (Bjork, dalam Rusman, 2021). Pendidikan, sebagai proses budaya yang memuliakan manusia, harus membina murid sesuai nilai budayanya dan mengembangkan potensi mereka. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">Faktor Kebudayaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Faktor kebudayaan merupakan bagian yang penting dalam pengembangan kurikulum dengan pertimbangan sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>a. Individu lahir tidak berbudaya<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Individu lahir tidak berbudaya, baik dalam hal kebiasaan, cita-cita, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan lain sebagainya. Semua itu dapat diperoleh individu melalui interaksi dengan lingkungan budaya, keluarga, masyarakat sekitar, dan tentu saja sekolah\/lembaga pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sekolah\/lembaga pendidikan mempunyai tugas khusus untuk memberikan pengalaman kepada para murid dengan salah satu alat yaitu kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>b. Kurikulum sebagai refleksi Masyarakat<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kurikulum dalam setiap masyarakat pada dasarnya merupakan refleksi dari cara orang berpikir, berasa, bercita-cita, atau kebiasaan-kebiasaan. Karena itulah, dalam mengembangkan suatu kurikulum perlu memahami kebudayaan. Kebudayaan adalah pola perilaku yang secara umum terdapat dalam satu masyarakat yang meliputi keseluruhan ide, cita-cita, pengetahuan, kepercayaan, cara berpikir, kesenian, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:18px\"><strong>c. Budaya adalah Nilai yang Disepakati<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Seluruh nilai yang telah disepakati masyarakat dapat pula disebut kebudayaan. Kebudayaan dapat sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia yangdiwujudkan dalamtigagejala sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>1) Ide, konsep, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan lain-lain. Wujud kebudayaan ini bersifat abstrak dan berada dalam alam pikiran manusia serta warga masyarakat di tempat kebudayaan itu berada. <\/li>\n\n\n\n<li>2)Kegiatan, yaitu tindakan berpola dari manusia dalam bermasyarakat. Tindakan ini disebut sistem sosial. Dalam sistem sosial, aktivitas manusia sifatnya konkret, bisa dilihat dan diobservasi. Tindakan berpola manusia tentu didasarkan oleh wujud kebudayaan yang pertama. Artinya sistem sosial dalam bentuk aktivitas manusia merupakan refleksi dari ide, konsep, gagasan, nilai, dan norma yang telah dimilikinya.<\/li>\n\n\n\n<li>3) Benda hasil karya manusia. Wujud kebudayaan yang ketiga ini ialah seluruh hasil karya manusia di masyarakat. Wujud kebudayaan yang ketiga ini adalah produk dari wujud kebudayaan yang pertama dan kedua. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta fokus pada pengembangan murid yang berkaitan dengan lingkungan sosial setempat. Lingkungan sosial budaya merupakan sumber daya yang mencakup kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Berdasarkan uraian di atas, sangatlah penting memerhatikan faktor kebutuhan masyarakat dalam pengembangan kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. Perkembangan masyarakat terpengaruhi oleh falsafah hidup, nilai-nilai, IPTEK, dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Perkembangan masyarakat menuntut tersedianya proses pendidikan yang relevan. Untuk menciptakan proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat maka perlu rancangan kurikulum yang landasan pengembangannya memerhatikan faktor perkembangan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">3. Landasan Psikopedagogis<\/h3>\n\n\n\n<p>Psikologi Pengembangan kurikulum mutlak memerlukan landasan psikologi, sebab psikologi mempelajari tingkah laku manusia dan kurikulum adalah program untuk mengubah perilaku tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya adalah memastikan pendidikan sesuai dengan hakikat murid yang sedang berkembang secara fisik, intelektual, sosial, emosional, dan moral. Guru bertugas mengoptimalkan perkembangan ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Landasan psikopedagogis (gabungan psikologi perkembangan dan pedagogi) memastikan pengalaman belajar sesuai dengan kapasitas murid demi keterlibatan aktif dan hasil optimal (Ryan &amp; Deci, 2017). Ini melibatkan empat teori: perkembangan, pembelajaran, kompetensi emosional\/kejiwaan, dan motivasi.  <\/p>\n\n\n\n<p>Teori perkembangan mencakup tahapan kognitif Piaget (1970) yang menekankan eksplorasi aktif; teori sosiokultural Vygotsky (1978) tentang interaksi sosial dan zona perkembangan proksimal; serta teori psikososial Erikson (1963) yang berfokus pada tantangan setiap tahap perkembangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Perpaduan teori-teori ini dalam kurikulum bertujuan menciptakan pembelajaran interaktif, efektif, dan menyenangkan. Kurikulum Berbasis Cinta berupaya mengintegrasikan semua teori tersebut dalam perancangannya demi mendukung perkembangan optimal murid.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator aligncenter has-text-color has-luminous-vivid-orange-color has-alpha-channel-opacity has-luminous-vivid-orange-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/sk-dirjen-pendidikan-islam-panduan-kurikulum-berbasis-cinta-2025-sk-dirjen-pendis\/\">SK Dirjen Pendis Panduan KBC 2025<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-white-color has-vivid-red-background-color has-text-color has-background has-link-color has-medium-font-size wp-elements-d2bce86422d552f8dc87e07fe9f9c7af\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:var(--wp--preset--spacing--20)\">Daftar Isi<\/h2>\n\n\n<nav class=\"is-vertical wp-block-navigation is-layout-flex wp-container-core-navigation-is-layout-8cf370e7 wp-block-navigation-is-layout-flex\"><ul class=\"wp-block-navigation__container  is-vertical wp-block-navigation\"><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25pendahuluan\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Pendahuluan<\/span><\/a><\/li><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25discovery\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Discovery<\/span><\/a><\/li><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25dream\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Dream<\/span><\/a><\/li><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25design\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Design<\/span><\/a><\/li><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25destiny\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Destiny<\/span><\/a><\/li><li class=\" wp-block-navigation-item wp-block-navigation-link\"><a class=\"wp-block-navigation-item__content\"  href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tag\/kbc25penutup\/\"><span class=\"wp-block-navigation-item__label\">Penutup<\/span><\/a><\/li><\/ul><\/nav>\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator aligncenter has-text-color has-luminous-vivid-orange-color has-alpha-channel-opacity has-luminous-vivid-orange-background-color has-background is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-white-color has-vivid-red-background-color has-text-color has-background has-link-color has-medium-font-size wp-elements-1614e5fa9549cb69e955d0703ebc5db0\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:var(--wp--preset--spacing--20)\">Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025<\/h2>\n\n\n<ul style=\"font-size:14px;\" class=\"wp-block-latest-posts__list is-grid columns-2 wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/contoh-format-kurikulum-berbasis-cinta-kbc-2025\/\">Contoh Format Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/sk-dirjen-pendidikan-islam-panduan-kurikulum-berbasis-cinta-2025-sk-dirjen-pendis\/\">SK Dirjen Pendidikan Islam Panduan Kurikulum Berbasis Cinta 2025 SK Dirjen Pendis<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/latar-belakang-kurikulum-berbasis-cinta-kenapa-muncul\/\">Kurikulum Berbasis Cinta: Kenapa Muncul?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/kurikulum-berbasis-cinta-dan-tantangan-global\/\">Kurikulum Berbasis Cinta dan Tantangan Global<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/tantangan-dunia-pendidikan-nasional-dan-kbc\/\">Tantangan Dunia Pendidikan Nasional dan KBC<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/peran-kurikulum-berbasis-cinta-kbc-2025\/\">Peran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-medium-font-size\"><strong><a href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/category\/2025-panduan-kurikulum-berbasis-cinta\/\">Lainnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator aligncenter has-text-color has-luminous-vivid-orange-color has-alpha-channel-opacity has-luminous-vivid-orange-background-color has-background is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><strong>Sumber<\/strong>: <a href=\"https:\/\/bukuyunandra.com\/produk\/panduan-kurikulum-berbasis-cinta-di-madrasah-sk-dirjen-pendis-no-6077-tahun-2025\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Panduan Kurikulum Berbasis Cinta 2025<\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"200\" height=\"50\" src=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-11619\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Perpustakaan dan Koleksi Peraturan, Panduan Pendidikan <\/figcaption><\/figure>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada 3 landasan pengembangan kurikulum berbasis cinta yang perlu diketahui dengan baik agar tahu arah tujuan KBC 2025<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[279],"tags":[315],"class_list":["post-12212","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-2025-panduan-kurikulum-berbasis-cinta","tag-kbc25design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Digital Madrasah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-16T04:57:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-09T12:09:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"50\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mydigital\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mydigital\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mydigital\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\"},\"headline\":\"Landasan KBC 2025: Filosofis, Sosiologis dan Psikopedagogis\",\"datePublished\":\"2025-08-16T04:57:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-09T12:09:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/\"},\"wordCount\":1060,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/BukuYunandra-header-200.png\",\"keywords\":[\"#KBC25Design\"],\"articleSection\":[\"2025 Panduan Kurikulum Berbasis Cinta\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/\",\"name\":\"Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/BukuYunandra-header-200.png\",\"datePublished\":\"2025-08-16T04:57:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-09T12:09:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\"},\"description\":\"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/BukuYunandra-header-200.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/BukuYunandra-header-200.png\",\"width\":200,\"height\":50},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/\",\"name\":\"Digital Madrasah\",\"description\":\"Digitalisasi Madrasah Yunandra\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\",\"name\":\"mydigital\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mydigital\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/author\\\/mydigital\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta","description":"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/","next":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta","og_description":"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis","og_url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/","og_site_name":"Digital Madrasah","article_published_time":"2025-08-16T04:57:38+00:00","article_modified_time":"2025-09-09T12:09:05+00:00","og_image":[{"width":200,"height":50,"url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png","type":"image\/png"}],"author":"mydigital","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"mydigital","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/"},"author":{"name":"mydigital","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f"},"headline":"Landasan KBC 2025: Filosofis, Sosiologis dan Psikopedagogis","datePublished":"2025-08-16T04:57:38+00:00","dateModified":"2025-09-09T12:09:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/"},"wordCount":1060,"image":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png","keywords":["#KBC25Design"],"articleSection":["2025 Panduan Kurikulum Berbasis Cinta"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/","url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/","name":"Landasan KBC 2025 | Kurikulum Berbasis Cinta","isPartOf":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png","datePublished":"2025-08-16T04:57:38+00:00","dateModified":"2025-09-09T12:09:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f"},"description":"Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025 memiliki 3 landasan yaitu Filosofis, Sosiologi, dan Psikopedagogis","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/landasan-kbc-2025-filosofis-sosiologis-dan-psikopedagogis\/#primaryimage","url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png","contentUrl":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/BukuYunandra-header-200.png","width":200,"height":50},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#website","url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/","name":"Digital Madrasah","description":"Digitalisasi Madrasah Yunandra","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f","name":"mydigital","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"mydigital"},"sameAs":["https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital"],"url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/author\/mydigital\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12212"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12217,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12212\/revisions\/12217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}