{"id":10132,"date":"2024-05-07T11:14:41","date_gmt":"2024-05-07T04:14:41","guid":{"rendered":"https:\/\/madrasahdigital.net\/?p=10132"},"modified":"2024-12-29T13:30:55","modified_gmt":"2024-12-29T06:30:55","slug":"prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/","title":{"rendered":"III.B.3. Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/pengantar-nasmik-kurikulum-merdeka-2024\/\">KurikulumMerdeka2024<\/a>. Naskah Akademik Kurikulum Merdeka pada prinsip perencanaan kurikulum merdeka membahas tentang prinsip berfokus pada muatan esensial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-vivid-purple-color has-text-color has-link-color wp-elements-d295e651c8a880a07c392784caed05e8\">Latar Belakang Prinsip Fokus pada Muatan Esensial<\/h2>\n\n\n\n<p>Semua peserta didik perlu mencapai kompetensi minimum, namun kurikulum yang terlalu padat dan diajarkan dengan terburu-buru mengakibatkan guru hanya memperhatikan kemampuan sebagian kecil peserta didiknya yang lebih berprestasi (Pritchett &amp; Beatty, 2015).<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, sebagaimana yang ditunjukkan dalam penelitian Pritchett dan Beatty di India tersebut, anak-anak yang mengalami kesulitan belajar akan makin tertinggal. <\/p>\n\n\n\n<p>Data mereka menunjukkan bahwa anak-anak yang tertinggal ini kebanyakan dari keluarga dengan sosial ekonomi bawah. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, kepadatan kurikulum diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang mengakibatkan kesenjangan kualitas hasil belajar antara peserta didik di sekolah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dampak Pengurangan Muatan Kurikulum<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengurangan kepadatan kurikulum dapat mengurangi kesenjangan kualitas belajar.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini ditunjukkan juga dalam kajian yang dilakukan INOVASI dan Pusat Penelitian Kebijakan Kemendikbudristek (2021) bahwa Kurikulum 2013 yang dikurangi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (dikenal juga sebagai kurikulum darurat), membantu peserta didik SD memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss). <\/p>\n\n\n\n<p>Efek positif dari kurikulum darurat ini lebih nyata untuk anak-anak dari keluarga dengan status sosial ekonomi yang lebih rendah. <\/p>\n\n\n\n<p>Maka dengan pengurangan konten, setiap peserta didik memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai standar kompetensi minimum, sehingga kurikulum pun menjadi lebih berkeadilan (equitable) untuk seluruh anak Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengurangan materi juga merupakan jawaban dari hasil evaluasi Kurikulum 2013 yang dianalisis memiliki beban materi yang terlalu banyak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Prinsip Muatan Esensial artinya Kurikulum Sederhana<\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip fokus pada muatan esensial artinya juga kurikulumnya harus sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian yang dilakukan Pritchett dan Beatty (2012) menunjukkan bahwa di beberapa negara berkembang seperti Indonesia, materi pelajaran yang begitu padat membuat guru terus bergerak cepat menyelesaikan bab demi bab, konsep demi konsep, tanpa memperhitungkan kemampuan peserta didik memahami konsep yang telah dipelajari. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut temuan mereka, hal ini bukan karena guru tidak menghiraukan kemampuan peserta didik belajar, tetapi karena mereka dituntut untuk menuntaskan materi ajar. <\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-vivid-purple-color has-text-color has-link-color wp-elements-a11b96f69d728d50c40e5177fa81ffe6\">Langkah Penyederhanaan Kurikulum Merdeka <\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengurangan Materi <\/h3>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang dilakukan ketika memfokuskan pada prinsip muatan esensial adalah mengurangi materi atau konten kurikulum yang juga sejalan dengan arah reformasi kurikulum di banyak negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor pendorongnya sama, yaitu padatnya kurikulum yang berdampak pada rendahnya kompetensi dan kesejahteraan diri (wellbeing) peserta didik (OECD, 2020b).<\/p>\n\n\n\n<p>Alasan utama terjadinya kurikulum yang makin lama makin padat adalah tuntutan terhadap kurikulum untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tantangan yang makin kompleks. <\/p>\n\n\n\n<p>Sering kali isu-isu kontemporer seperti perkembangan teknologi digital, pemanasan global dan kerusakan lingkungan, kekerasan antar kelompok sosial, dan isu-isu lainnya direspons dengan cara menambah bab dalam buku teks, target capaian dalam standar, bahkan menambah mata pelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, kurikulum makin padat dan guru justru mengalami kesulitan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih sesuai untuk menguatkan dan mengembangkan kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penyesuaian Struktur Kurikulum <\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan mempelajari masalah kepadatan kurikulum pada berbagai konteks, perancangan kurikulum dilakukan dengan prinsip fokus muatan esensial pada kompetensi dan karakter tanpa menambah beban materi pelajaran ataupun waktu belajar peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi yang dipilih adalah dengan menyesuaikan struktur kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Kurikulum Merdeka, struktur kurikulum dibagi menjadi dua komponen utama, yaitu<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>pembelajaran intrakurikuler yang biasanya berbasis mata pelajaran dan <\/li>\n\n\n\n<li>pembelajaran kokurikuler melalui projek yang ditujukan untuk mencapai kompetensi umum yang telah dirumuskan dalam profil pelajar Pancasila.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyederhanaan Kompetensi dan Materi Esensial <\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi lain prinsip adalah dengan menyederhanakan kompetensi dan materi atau muatan esensial yang ada dalam struktur kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini juga sejalan dengan strategi di berbagai negara yang mengembangkan unit-unit pembelajaran interdisipliner, merestrukturisasi konten sehingga beban belajar peserta didik tidak membesar secara signifikan (OECD, 2020a).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Berfokus pada Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik <\/h3>\n\n\n\n<p>Berikutnya, prinsip fokus pada materi atau muatan esensial meniscayakan perlunya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hakikatnya memusatkan perhatian pada peserta didik dimulai sejak perancangan kurikulum, bukan hanya pada pedagogi yang dirancang oleh guru setelah kurikulum ditetapkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pritchett dan Beatty (2015), menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran (center of learning) berarti mengajarkan konsep dan\/atau keterampilan sesuai dengan kemampuan mereka saat itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih mengajarkan suatu materi hanya karena mengikuti urutan yang dianjurkan dalam buku teks tanpa mempertimbangkan apakah mayoritas peserta didik sebenarnya siap untuk mempelajari materi itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan rancangan kurikulum yang demikian, kurikulum berpotensi mendorong pembelajaran yang membangun kemampuan setiap individu peserta didik untuk memiliki agency atau kuasa\/kendali dalam pembelajarannya, bukan menjadi \u201ckonsumen\u201d informasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjadi kompeten, peserta didik perlu memiliki kesempatan untuk belajar mengatur dirinya dalam proses belajar (Sahlberg, 2000).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center\">Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik juga dapat diartikan memberikan pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik untuk hidup di masa kini dan masa depan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading has-vivid-purple-color has-text-color has-link-color wp-elements-eecd7006dbb5f40e5a282331d03ecb64\">Peserta Didik dan Isu Penting <\/h4>\n\n\n\n<p>Peserta didik perlu mengenali isu di sekitarnya yang dapat mempengaruhi kehidupannya dan dipengaruhi oleh tindakannya, seperti perubahan iklim, isu kebutuhan literasi finansial, perlunya gaya hidup yang lebih sehat dan  berkesadaran, dan sebagainya. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">a. Isu Esensial Perubahan Iklim <\/h5>\n\n\n\n<p>Pendidikan perlu dapat merespons perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dengan menyiapkan peserta didik untuk dapat beradaptasi, memitigasi, dan mengatasi masalah perubahan iklim (UNESCO, 2021). <\/p>\n\n\n\n<p>Selain perubahan iklim, saat ini juga perlu memperhatikan isu-isu yang berpotensi mempengaruhi investasi jangka panjang terhadap SDM yang dibangun melalui pendidikan seperti literasi finansial dan kesehatan. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">b. Isu Literasi Finansial <\/h5>\n\n\n\n<p>Seiring dengan perkembangan teknologi, produk finansial juga turut berkembang, muncul juga berbagai masalah seperti pinjaman dengan bunga tinggi, investasi palsu, dan berbagai penipuan yang memanfaatkan teknologi finansial, sehingga perlu pemahaman untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. <\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">c. Isu Pendidikan Kesehatan <\/h5>\n\n\n\n<p>Isu terkait kesehatan juga tidak dapat diabaikan, kemajuan teknologi mempengaruhi aktivitas dan pola hidup manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Penyakit-penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat tersebut dapat dicegah dengan edukasi sejak dini. <\/p>\n\n\n\n<p>Respons terhadap isu-isu ini kemudian dimitigasi oleh Kemdikbudristek dengan menetapkan tiga isu prioritas yaitu perubahan iklim, pendidikan kesehatan, dan literasi finansial yang diterapkan lintas mata pelajaran dengan mengintegrasikannya ke dalam Capaian Pembelajaran mata pelajaran yang relevan dan melalui penyediaan perangkat ajar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Rancangan yang Logis dan Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikutnya, rancangan yang logis dan jelas juga merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa rancangan kurikulum cukup sederhana dengan fokus pada muatan esensial dapat dipahami dengan mudah terutama oleh pemangku kepentingan yang utama, yaitu pendidik. <\/p>\n\n\n\n<p>Fullan (2007) menyatakan bahwa kejelasan (clarity), kompleksitas (complexity), dan kepraktisan (practicality) suatu inovasi merupakan bagian dari faktor yang menentukan keberhasilan perubahan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, meskipun guru sudah memahami adanya masalah yang perlu diatasi melalui perubahan kebijakan, kadang penolakan terhadap kebijakan tersebut terjadi karena <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>guru tidak memahami arah perubahannya atau <\/li>\n\n\n\n<li>menganggapnya terlalu sulit untuk diimplementasikan dalam konteks mereka.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-vivid-purple-color has-text-color has-link-color wp-elements-1d2bfa39bc824402eee715c8f3f052c8\">Kunci Keberhasilan Perancangan Kurikulum Merdeka <\/h2>\n\n\n\n<p>Upaya untuk mengembangkan kurikulum yang menekankan pada pengembangan kompetensi dan karakter, menekankan fleksibilitas, dan fokus pada muatan esensial setidaknya perlu <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>dukungan banyak pihak secara gotong royong dan <\/li>\n\n\n\n<li>mendasarkan upaya perbaikan yang terus menerus pada umpan balik implementasi kurikulum.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bergotong royong dalam proses pengembangan kurikulum diperlukan karena pengembangan kurikulum adalah proses yang kompleks, bukan semata-mata proses ilmiah melainkan juga politik (Ornstein dan Hunkins, 2018). <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pelibatan Pemangku Kepentingan <\/h3>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, perancangan kurikulum tidak saja berbasis pada data ilmiah tetapi juga perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk guru dan peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini penting dilakukan untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan dari berbagai pihak (OECD, 2020a).<\/p>\n\n\n\n<p>Perancangan Kurikulum Merdeka beserta perangkat ajarnya dilakukan dengan melibatkan puluhan institusi termasuk Kementerian Agama, universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal perancangan kurikulum dilakukan di akhir tahun 2019, beberapa akademisi LPTK dan universitas dilibatkan untuk melakukan refleksi terhadap Kurikulum 2013 dan merumuskan ide-ide perubahan kurikulum agar dapat lebih fleksibel, fokus pada kompetensi dan karakter, serta sejalan dengan perubahan dunia yang begitu dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, dalam proses perancangan kurikulum mulai dari kerangka dasar dan struktur kurikulum, Capaian Pembelajaran, sampai dengan pengembangan berbagai perangkat ajar, berbagai pihak dilibatkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Pakar yang dilibatkan dalam perancangan kurikulum ini adalah kombinasi dari akademisi dan praktisi termasuk guru.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang proses perancangan kurikulum yang telah berlangsung lebih dari 2 (dua) tahun, rangkaian diskusi kelompok terpumpun (DKT atau focused group discussion atau FGD) dilakukan beberapa kali dengan pemangku kepentingan yang berbeda-beda. <\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari serial DKT ini adalah untuk mendapatkan umpan balik dan ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas rancangan dan implementasi kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya di tingkat pusat, pengembangan kurikulum di tingkat satuan pendidikan juga perlu terus dilakukan satuan pendidikan agar dapat mengontekstualisasikan kerangka dasar dan struktur kurikulum. <\/p>\n\n\n\n<p>Satuan pendidikan dianjurkan untuk melibatkan orang tua, peserta didik, dan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pelibatan peserta didik dan masyarakat juga sangat dianjurkan dalam pelaksanaan kokurikuler.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Umpan Balik dari Hasil Kajian<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikutnya, umpan balik dari hasil kajian, penelitian, dan survei atau pendataan dari banyak pihak sangat diperlukan, agar pengembangan dan perbaikan Kurikulum Merdeka tidak didasarkan pada asumsi belaka, melainkan data dan informasi yang aktual. <\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penelitian kontemporer di berbagai konteks global dapat juga memberikan inspirasi tentang kebijakan dan praktik yang dapat diadaptasi untuk konteks Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Data atau hasil kajian tidak hanya dibutuhkan sebagai referensi dalam proses perancangan kurikulum di awal, namun juga ketika kurikulum tersebut mulai diimplementasikan dalam konteks yang lebih riil. <\/p>\n\n\n\n<p>Kurikulum ini diujicobakan secara terbatas dalam <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Program Sekolah Penggerak (PSP) dan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) mulai Tahun Ajaran 2021\/2022 dan <\/li>\n\n\n\n<li>implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri mulai Tahun Ajaran 2022\/2023.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Umpan balik tentang rancangan kurikulum ini diperoleh melalui mekanisme monitoring dan evaluasi Program Sekolah Penggerak (PSP), Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), dan satuan pendidikan yang melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Monitoring dan Evaluasi <\/h3>\n\n\n\n<p>Monitoring dan evaluasi kurikulum pada Sekolah Penggerak dan SMK PK dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu evaluasi dokumen kurikulum yang fokus pada produk kurikulum dan evaluasi implementasi yang lebih fokus pada bagaimana kurikulum diterapkan di satuan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Evaluasi dokumen kurikulum berfungsi untuk memperoleh umpan balik tentang keterbacaan, kebermanfaatan, dan keterpakaian dokumen- dokumen kurikulum. <\/p>\n\n\n\n<p>Evaluasi ini dilaksanakan melalui telaah dokumen oleh berbagai unsur seperti guru dan kepala sekolah dari Sekolah Penggerak dan SMK PK serta pakar-pakar melalui diskusi kelompok terpumpun (DKT). <\/p>\n\n\n\n<p>Hasil dari evaluasi ini digunakan untuk pertimbangan pada revisi dokumen-dokumen terkait, yaitu Capaian Pembelajaran, buku teks, bahan ajar, contoh alur tujuan pembelajaran, serta panduan-panduan dan contoh-contoh dokumen lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Revisi berbasis data ini dilakukan guna meningkatkan mutu dari Kurikulum Merdeka.<\/p>\n\n\n\n<p>Evaluasi implementasi kurikulum berfungsi untuk memperoleh informasi tentang implementasi berbagai intervensi PSP dan SMK PK serta potensi masalah sebelum menimbulkan dampak lebih lanjut. <\/p>\n\n\n\n<p>Evaluasi implementasi dilaksanakan melalui wawancara terstruktur melalui telepon secara rutin dengan sampel acak guru dan kepala sekolah yang mewakili populasi Sekolah Penggerak dan penelitian kualitatif melalui etnografi. <\/p>\n\n\n\n<p>Hasil evaluasi implementasi ini kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk perumusan kebijakan ke depannya, dan salah satunya adalah kebijakan terkait Kurikulum Merdeka.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Kebingungan Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan <\/h4>\n\n\n\n<p>Beberapa umpan balik yang diperoleh tentang kurikulum antara lain tentang kurikulum operasional sekolah di mana beberapa sekolah kebingungan dalam <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan dan<\/li>\n\n\n\n<li> memanfaatkan hasil analisis tersebut sebagai dasar menyusun organisasi pembelajaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hal ini menjadi masukan penting untuk peningkatan kualitas panduan perancangan kurikulum operasional sekolah. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Peserta Didik <\/h4>\n\n\n\n<p>Begitu juga umpan balik terkait pembelajaran sesuai dengan tahap capaian peserta didik. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa satuan pendidikan telah mencoba melakukan asesmen diagnostik namun kebingungan dalam memanfaatkan hasil asesmen tersebut dalam menjalankan pembelajaran yang terdiferensiasi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Anggapan Projek Harus Terkait Mata Pelajaran <\/h4>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebagian besar guru juga masih menganggap projek penguatan profil pelajar Pancasila terkait dengan mata pelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan penjelasan yang lebih sederhana dan konsisten untuk menjelaskan posisi projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam struktur kurikulum dan bagaimana penilaian hasil belajarnya dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/bukuyunandra.com\/produk\/kajian-akademik-kurikulum-merdeka-2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Buku Kajian Akademik Kurikulum Merdeka 2024<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background has-link-color has-medium-font-size wp-elements-5a5175f3be02ddd4ccc407bd9d6140d8\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-right:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30);padding-left:var(--wp--preset--spacing--30)\">Naskah Akademik Kurikulum Merdeka <\/h2>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list is-grid columns-2 wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-dan-strategi-implementasi-kurikulum-merdeka-di-naskah-akademik-2024\/\">V.A.1. Prinsip dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka di Naskah Akademik 2024<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/kajian-struktur-kurikulum-merdeka-di-naskah-akademik-2024\/\">IV. Struktur Kurikulum Merdeka di Naskah atau Kajian Akademik 2024<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/\">III.B.3. Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-fleksibel-dalam-perancangan-kurikulum-merdeka-2024\/\">III.B.2. Prinsip Fleksibel dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka 2024<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/pengembangan-kompetensi-dan-karakter-prinsip-perancangan-kurikulum-merdeka-2024\/\">III.B.1. Prinsip Pengembangan Kompetensi dan Karakter dalam Perancangan Kurikulum Merdeka<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/3-cara-mencapai-profil-pelajar-pancasila-pada-kurikulum-merdeka-2024\/\">III.A.3. Tiga Cara Mencapai Kompetensi Profil Pelajar Pancasila pada Kurmer 2024<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Naskah Akademik Kurikulum Merdeka menjelaskan prinsip ketiga dari perencanaan kurikulum merdeka adalah Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[269],"class_list":["post-10132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-nasmik-kurikulum-merdeka-2024-naskah-akademik","tag-nasmik-kerangka-dasar-kurikulum-merdeka-digital-madrasah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Digital Madrasah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-07T04:14:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-29T06:30:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mydigital\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mydigital\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mydigital\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\"},\"headline\":\"III.B.3. Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka\",\"datePublished\":\"2024-05-07T04:14:41+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-29T06:30:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/\"},\"wordCount\":1833,\"keywords\":[\"#Nasmik Kerangka Dasar\"],\"articleSection\":[\"2024 Nasmik Kurikulum Merdeka\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/\",\"name\":\"Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-07T04:14:41+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-29T06:30:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\"},\"description\":\"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/\",\"name\":\"Digital Madrasah\",\"description\":\"Digitalisasi Madrasah Yunandra\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f\",\"name\":\"mydigital\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mydigital\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/madrasahyunandra.com\\\/digital\\\/author\\\/mydigital\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024","description":"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/","next":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024","og_description":"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas","og_url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/","og_site_name":"Digital Madrasah","article_published_time":"2024-05-07T04:14:41+00:00","article_modified_time":"2024-12-29T06:30:55+00:00","author":"mydigital","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"mydigital","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/"},"author":{"name":"mydigital","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f"},"headline":"III.B.3. Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka","datePublished":"2024-05-07T04:14:41+00:00","dateModified":"2024-12-29T06:30:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/"},"wordCount":1833,"keywords":["#Nasmik Kerangka Dasar"],"articleSection":["2024 Nasmik Kurikulum Merdeka"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/","url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/","name":"Prinsip Muatan Esensial Fokus Kurikulum Merdeka 2024","isPartOf":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#website"},"datePublished":"2024-05-07T04:14:41+00:00","dateModified":"2024-12-29T06:30:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f"},"description":"Prinsip Berfokus pada Muatan Esensial Kurikulum Merdeka dengan pengurangan materi, penyederhanaan struktur kurikulum dan rancangan jelas","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/prinsip-berfokus-pada-muatan-esensial-kurikulum-merdeka\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#website","url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/","name":"Digital Madrasah","description":"Digitalisasi Madrasah Yunandra","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/#\/schema\/person\/68e7617a99bbe4e06aaa9e8192c77e0f","name":"mydigital","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e9f53157eb789f0d262d003eee01d50e565e656152e8d25e973c0b4618e4f5e?s=96&d=mm&r=g","caption":"mydigital"},"sameAs":["https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital"],"url":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/author\/mydigital\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10132"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11466,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10132\/revisions\/11466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/madrasahyunandra.com\/digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}